Cinta di Dalam Gelas

Cinta di Dalam Gelas By Andrea Hirata are Book Under a bright sunny sky the three day Byron Bay Writers Festival welcomed Andrea Hirata who charmed audiences with his

Cinta di Dalam Gelas By Andrea Hirata are Book Under a bright sunny sky, the three day Byron Bay Writers Festival welcomed Andrea Hirata who charmed audiences with his modesty and gracious behavior during two sessions Andrea also attended a special event where he and Tim Baker, an Australian surfing writer, spoke to a gathering of several hundred school children During one session, Andrea was on a panel with Pulitzer Prize winning journalist from Washington, DC, Katharine Boo, which he said was a great honor.The August event for the school children was very meaningful to Andrea, the barefooted boy from Belitung, as he made mental comparisons with the educational opportunities of these children, compared to what he experienced And now his own life story is about to become even amazing, as his book Laskar Pelangi The Rainbow Troops is being published around the world in no less than twenty four countries and in 12 languages It has caught the eye of some of the world s top publishing houses, such as Penguin, Random House, Farrar, Straus and Giroux, New York, US and many others Translations are already on sale in Brazil, Taiwan, South Korea and Malaysia All this has come about because of the feeling of appreciation that the young Andrea felt for his teacher, Muslimah He promised her that he d write a book for her someday This was because for him and his school friends, a book was the most valuable thing they could think of Andrea told a story that illustrated this fact When royalties flowed in for him he decided to give his community a library He spent a lot of money on books He left the village headman in charge of administering the library However, when he came back several months later, all the books were gone People loved the books, but they had no concept of how a lending library functioned Some of them could not even read, but they just loved to have a book, an object of great value and importance, in their homes We will restock the library with books and this time it will be run by our own administration, he laughed.Andrea told this story as we sat in the coffee shop adjoining a Gold Coast City Library, one of 12 scattered around the city One of the librarians, Jenneth Duque, showed him around the library, including the new state of the art book sorting machine, for processing returns located in the staff area As he saw the books being returned through pigeonholes by the borrowers and the computerized conveyor belt sorting them into the correct bin for reshelving, the sight made him laugh and prompted the telling of that story.Andrea wrote the book for his teacher while in the employ of Telkom, but the completed manuscript was taken from his room, which was located in a Bandung student accommodation community Whoever took the manuscript knew enough to send it to a publisher and that s how Andrea, an unhappy postal service worker who had studied economics in Europe and the UK, became the accidental author of the biggest selling novel in Indonesia s history.He has since written seven books Fast forward to 2011 and Andrea was in Iowa, the US, where he did a reading of his short story, The Dry Season He was approached by an independent literary agent, Kathleen Anderson They talked, but for six months there was no news until an email arrived telling him that one of the best publishers in the US, Farrar, Straus and Giroux, had accepted his book Then every week, publishers said yes and now he has 24 contracts from the world s leading publishers.Andrea worked with Angie Kilbane of the US on the English translations of Laskar Pelangi and its sequel Sang Pemimpi The Dreamer Translators from several other countries have visited his home village in Belitung to do research For a long time I wondered what was the key to the enormous success of my book, Andrea said I think there s no single right answer Perhaps people are fed up with writing focused on urban issues or esca. CINTA DI DALAM GELAS bertutur tentang tugas berat di pundak Ikal Dia harus membantu Maryamah memenangkan pertandingan catur saat 17 Agustus nanti Maryamah, yang menyentuh bidak catur saja belum pernah, harus mengalahkan juara catur selama dua tahun berturut turut yang sekaligus juga mantan suaminya Namun, lebih dari itu, jenis kelamin Maryamah menjadi tantangan berat unCINTA DI DALAM GELAS bertutur tentang tugas berat di pundak Ikal Dia harus membantu Maryamah memenangkan pertandingan catur saat 17 Agustus nanti Maryamah, yang menyentuh bidak catur saja belum pernah, harus mengalahkan juara catur selama dua tahun berturut turut yang sekaligus juga mantan suaminya Namun, lebih dari itu, jenis kelamin Maryamah menjadi tantangan berat untuk bisa mencebur ke dalam pertandingan penuh harkat bagi kaum lelaki ini.Bagi penonton yang pro maupun kontra, usaha Maryamah jelas sebuah suguhan yang sangat menarik Begitu pulakah dengan Maryamah. The best Book Cinta di Dalam Gelas #2011-34#Akhirnya, Pakcik!!! Akhirnyaa!!Kutemukan juga bagaimana seorang Maryamah berubah menjadi Maryamah Karpov..Lalu, kenapa judul buku ini bukan Maryamah Karpov saja? Kenapa bisa buku sebelumnya tentang Menyelamatkan cinta tersasar di seberang Lautan itu mendapatkan judul yang amat dramatis ini??Lihat bagaimana Pakcik menggambarkan permainan catur laksana medan perang, di mana kuda menyerang, benteng bertahan, Raja yang tertusuk, prajurit pelindung, seperti berada di suatu pertempuran yang dahsyat! Sungguh, Pakcik adalah pencerita piawai dalam hal ini. Mengembalikan penceritaan khas melayu, dengan kebiasaan-kebiasaan harian yang unik, dengan gaya bercerita seperti pada seorang teman, yang bisa akan terdiam, dan mengikuti cerita terus-menerus, karena penasaran dengan pertempuran-pertempuran Maryamah.Boi, kau tengok itu Maryamah. Dari seorang buruh timah, yang belajar bahasa Inggris, lalu belajar catur lintas dunia dengan teknologi bernama internet kepada seorang grandmaster dunia. Dalam cerita ini, itu mungkin, Boi. Semua tekad yang bulat akan bisa mencapai tujuannya. Perempuan yang menantang satu kampung bermain catur. Aku sih tak tahu seberapa mungkin itu bisa terjadi, Boi. Aku sendiri tak bisa bermain catur. Jika ditanyakan padaku tentang main ular tangga, halma, atau kartu, bisa aku ajari sedikit-sedikit. Namun catur, aku buta.Tapi cerita Pakcik ini, Boi, bisa menggambarkan ke seseorang yang buta catur pun bisa menikmatinya. Tidak hanya dengan menonton ke-32 pion hitam putih itu menari, namun kisah tragedi, kemenangan, airmata, darah, mewarnai kisah setiap langkah dalam 64 kotak itu. Hingga seorang Qui Genus Humanum Ingenio Superavit pun hanya mendapat porsi satu bab, ah, hanya dua halaman mungkin.Lalu cinta? Cinta di dalam Gelas? Gelas siapa? aah, ke kebun lah kau A Ling! Kali ini Pakcik sudah bosan dengan kisah cintamu yang mengangkat tenggelamkan Ikal, sehingga mendaratkanmu di sudut, tidak tersentuh cerita. Ya, cintalah pada bergelas-gelas kopi yang dijual di warung Paman, tempat pertandingan ini diramaikan. Bukalah Buku besar peminum kopi yang akan membuatmu terbahak, sama ketika kau menyusun daftar sakit gilanya si Ikal sejak Laskar Pelangi. Ah, aku menemukan Paman di sini, Boi. Paman!! Kukira 'Paman' sudah punah ditelan 'Om', 'Lik', 'Tulang', dll. Kukira Paman hanyalah istilah kenangan yang akan kujumpai di buku bahasa Indonesia tanpa tahu di belahan mana di bumi nusantara ini yang masih memanggil adik laki-laki ayah atau ibu dengan sebutan Paman. Rasanya ingin kupeluk erat-erat Paman ini, kutemukan setelah bertahun-tahun hilang dari kosakataku. Dan demi rambut ikalku, aku akan mengangkat 4 jempol apabila buku ini berjudul selayaknya, Maryamah Karpov!!!

  1. Under a bright sunny sky, the three day Byron Bay Writers Festival welcomed Andrea Hirata who charmed audiences with his modesty and gracious behavior during two sessions Andrea also attended a special event where he and Tim Baker, an Australian surfing writer, spoke to a gathering of several hundred school children During one session, Andrea was on a panel with Pulitzer Prize winning journalist from Washington, DC, Katharine Boo, which he said was a great honor.The August event for the school children was very meaningful to Andrea, the barefooted boy from Belitung, as he made mental comparisons with the educational opportunities of these children, compared to what he experienced And now his own life story is about to become even amazing, as his book Laskar Pelangi The Rainbow Troops is being published around the world in no less than twenty four countries and in 12 languages It has caught the eye of some of the world s top publishing houses, such as Penguin, Random House, Farrar, Straus and Giroux, New York, US and many others Translations are already on sale in Brazil, Taiwan, South Korea and Malaysia All this has come about because of the feeling of appreciation that the young Andrea felt for his teacher, Muslimah He promised her that he d write a book for her someday This was because for him and his school friends, a book was the most valuable thing they could think of Andrea told a story that illustrated this fact When royalties flowed in for him he decided to give his community a library He spent a lot of money on books He left the village headman in charge of administering the library However, when he came back several months later, all the books were gone People loved the books, but they had no concept of how a lending library functioned Some of them could not even read, but they just loved to have a book, an object of great value and importance, in their homes We will restock the library with books and this time it will be run by our own administration, he laughed.Andrea told this story as we sat in the coffee shop adjoining a Gold Coast City Library, one of 12 scattered around the city One of the librarians, Jenneth Duque, showed him around the library, including the new state of the art book sorting machine, for processing returns located in the staff area As he saw the books being returned through pigeonholes by the borrowers and the computerized conveyor belt sorting them into the correct bin for reshelving, the sight made him laugh and prompted the telling of that story.Andrea wrote the book for his teacher while in the employ of Telkom, but the completed manuscript was taken from his room, which was located in a Bandung student accommodation community Whoever took the manuscript knew enough to send it to a publisher and that s how Andrea, an unhappy postal service worker who had studied economics in Europe and the UK, became the accidental author of the biggest selling novel in Indonesia s history.He has since written seven books Fast forward to 2011 and Andrea was in Iowa, the US, where he did a reading of his short story, The Dry Season He was approached by an independent literary agent, Kathleen Anderson They talked, but for six months there was no news until an email arrived telling him that one of the best publishers in the US, Farrar, Straus and Giroux, had accepted his book Then every week, publishers said yes and now he has 24 contracts from the world s leading publishers.Andrea worked with Angie Kilbane of the US on the English translations of Laskar Pelangi and its sequel Sang Pemimpi The Dreamer Translators from several other countries have visited his home village in Belitung to do research For a long time I wondered what was the key to the enormous success of my book, Andrea said I think there s no single right answer Perhaps people are fed up with writing focused on urban issues or esca

299 Reply to “Cinta di Dalam Gelas”

  1. 2011 34 Akhirnya, Pakcik Akhirnyaa Kutemukan juga bagaimana seorang Maryamah berubah menjadi Maryamah KarpovLalu, kenapa judul buku ini bukan Maryamah Karpov saja Kenapa bisa buku sebelumnya tentang Menyelamatkan cinta tersasar di seberang Lautan itu mendapatkan judul yang amat dramatis ini Lihat bagaimana Pakcik menggambarkan permainan catur laksana medan perang, di mana kuda menyerang, benteng bertahan, Raja yang tertusuk, prajurit pelindung, seperti berada di suatu pertempuran yang dahsyat Su [...]


  2. Seorang penulis yang mampu menceritakan semula permainan catur dalam perspektif yang berbeza dan sangat menarik pula, bagi saya beliau sudah boleh dimasukkan ke dalam kategori genius Mungkin bukan genius nombor 1, tapi masih lagi genius kerana permainan catur itu sekiranya diceritakan semula pola pergerakannya cara yang biasa biasa, tampak amat membosankan walaupun permainanan itu sebenarnya amat merangsang minda dan menuntut daya pemikiran strategik.Di saat debaran telah terbina pada tahap ting [...]


  3. Cinta Di Dalam Gelas seperti cuba mengubati rasa kecewa aku terhadap Pandang Bulan ya benar, kelemahan Andrea adalah kekuatanya meski Pak Andrea sering berputar sekitar kehidupan Ikal tetapi kelebihan penulis ini adalah bagaimana beliau berhasil menggamit pembaca untuk terus membaca sehingga habis helai terakhir kisah kisah Ikal yang bagi kau mungkin tiada apa, namun Pak Andrea sekali lagi berjaya menitipkan magis di dalam perjalanan hidup Ikal yang bagi kau tiada apa itu Jika Pandang Bulan terl [...]


  4. Andrea oh Andrea, wawasan mu sungguh luas Entah mengapa lulusan S2 Paris bisa bisanya kerja di warung kopi Semakin membingungkan lagi ketika dirunut, ternyata semua itu karena alasan klasik, seorang cewek DBuku ini masih sama dengan buku yang lainnya, banyak humor ringan tentang masyarakat Melayu, yang terkenal dengan sarung dan warung kopinya.Ternyata Enong itu adalah Maryamah Karpov, dulunya gadis cilik yang malang nasibnya, yang senang belajar Bahasa Inggris di kelas, namun harus meninggalkan [...]


  5. Membaca karya Andrea Hirata memang ada kalanya jadi kurang sabar dengan ketelitian beliau menerangkan setiap satu situasi dengan begitu mendalam Terasa tiada manfaatnya untuk pembaca memahami pokok cerita.Namun, itu sememangnya tips pengarang ini kepada semua penulis yang mahukan karyanya diangkat menjadi drama atau filem.Malah, semakin jauh pembaca meneroka buku tulisannya, semakin jelas perkaitan setiap butir yang dijelaskan di peringkat awal dengan apa yang berlaku kemudiannya.Karya ini, sepe [...]


  6. Kopi nya enakDemi merekatkan hubungannya dengan A Ling dan memenuhi gerutuan Ibu yang tak rela anak lelakinya menyandang gelar pengangguran, Ikal memantapkan hati untuk tekun bekerja di kedai kopi milik pamannya sendiri Meski pula harus rela menebalkan kuping demi mendengar serangkaian makian omelan sang paman yang kesohor galak itu setiap hari, Ikal justru jatuh sayang pada paman yang bawel dan kedai kopinya yang menginspirasinya untuk menyusun Buku Besar Peminum Kopi serta menyuntikkan motivas [...]


  7. Cinta di dalam gelas, apakah itu Mungkinkah itu Dalam buku ini Andrea lagi lagi berkisah mengenai cinta Cinta terhadap kopi, catur, sahabat, merpati, bahkan jangan pula heran, terhadap blender Tapi yang utama barangkali adalah kecintaan penduduk Melayu Belitong terhadap kopi dan catur.Berbeda dengan PB, di sini A Ling bisa dikatakan tidak pernah nongol, membuat saya sebagai pembaca bertanya tanya Mengapa di kisah sebelumnya obsesi Ikal terhadap A Ling mendominasi, namun di sini seakan luntur, ba [...]


  8. Tetap konyol seperti novel pertamanya, Padang Bulan Namun, yang ini lebih seru karena fokus utamanya bukan ke tokoh Ikal tapi ke tokoh Enong a.k.a Maryamah Setelah menyelesaikan novel ini saya berpendapat bahwa seharusnya novel inilah yang diberi judul Maryamah Karpov Karena disinilah akhirnya terkuak ada apa dibalik nama Maryamah Karpov.


  9. Maruah dan pengorbanan, ilmu dan kegigihan, kopi dan manusia, catur dan kehormatan, persahabatan dan kesetiaanmuanya diadun sempurna lantas membangkitkan rasa yang luar biasa Ah, kau patut baca sendiri


  10. Dibandingkan dengan buku yang pertama, aku lebih suka buku yang kedua ini Cinta di dalam gelas Dalam buku ini aku kemali mengangumi Andrea Hirata karena berhasil memasukkan arti filosofi kopi dan catur menurut sudut pandang Melayu dan Fiksi Mengapa aku bisa bilang begitu Kopi Banyak buku yang aku baca, Novel matsudnya Memasukkan arti kopi dengan makna yang ekslusif dan mahal Kopi dicampur dengan mocca, latte, susu misalnya buku Coffee Prince Bagaimana makna kopi dan pembuat kopi menjadi satu cit [...]


  11. Mereka yang pura pura suka kopi Penerbit Buku 114 helllooo,,,gw beneran suka kopiiii _ Kalo ada tambahan bintang, gw mau kasih buku ini empat setengah bintang, karena lebih bagus dari padang bulan tapi masih di bawah sang pemimpi lah,,tapi karena ga ada,,yasud cukup 4 bintang ajahCinta di Dalam Gelas menceritakan tentang perjuangan enong yang kemudian diperkenalkan sebagai MaryamahKesukaan enong berbahasa Inggris dan tekadnya yang kuat untuk mati matian belajar catur demi mengalahkan Matarom san [...]


  12. Novel kedua Dwilogi Padang Bulan Dalam novel kedua ini barulah Enong lebih jelas tampil sebagai tokoh utama Catatan Dwilogi ini sepertinya punya 2 tokoh utama, yakni Ikal dan Enong dengan kisahnya masing masing yang kadang berkaitan kadang tidak D.Tema kekuatan perempuan dan kekuatan cita cita sebenarnya klise Namun dikemas secara menarik oleh Andrea Hirata melalui sudut yang cukup unik permainan catur Potret masyarakat Melayu kampung disajikan dalam bahasa ringan, jenaka, kaya kosa kata dan ker [...]


  13. Akhirnya aq menemukan Maryamah,dalam hati seorang gadis cilik pendulang timah, dalam gelas kopi yang diagungkan kaum Melayu dan di antara susunan bidak catur, lomba 17 AgustusanCerita yg bersemi dari kisah sebelumnya ini memang cukup membingungkan di awal, AH terus membawa pembacanya melompati ruang waktu, memahami culture Melayu nan puitis dan ikut terombang ambing memaki maki pemerintah yg tidak tahu adat Akhirnya aq menemukan Maryamah,yg mencoba membalas dendam atas perlakuan yg diterimanya d [...]


  14. Aku tidak menyangka ternyata permainan catur bisa seseru itu Seru dan juga mengharukan.Menurutku inilah inti dari kisah Maryamah Karpov Seharusnya buku ini yang diberi judul Maryamah Karpov Buku Maryamah Karpov lebih baik diberi judul Obsesi Ikal a.k.a Andrea Hirata pada Bajak Laut hehe Sedangkan buku Padang Bulan cuma menjadi bagian pengantar saja dari kisah Maryamah Karpov.Berbeda dengan Padang Bulan, tak ada lagi kisah cinta mellow nya si Ikal Yang ada, si Ikal jatuh cinta lagi Dia bisa dibil [...]


  15. Dalam masa 3 hari, aku habiskan novel ini ketika sibuk melayan pengunjung di UiTM, Shah Alam Walaupun tidak sesedap Laskar Pelangi mahupun Sang Pemimpi, tetapi novel ini tetap seronok dan mengujakan aku untuk aku habisi hingga akhir tinta Pak Andrea mengenengahkan salah satu sukan popular di Indonesia, catur sehingga persatuan catur di Indonesia berusaha untuk meletakkan catur sebagai salah satu sukan yang dipertandingkan dalam Sukan Olimpik setelah dipertandingkan dalam Sukan SEA di Palembang p [...]


  16. walaupun cerita ini berkisar tentang usaha gigih bagaimana seorang wanita tidak bepelajaran membalas dendam terhadap kesusahan hidupnya melalui pertandingan catur, pengamatan penulis tentang budaya masyarat melayu melalui kopi sangat benar tak ada bezanya antara melayu Indonesia da melayu Malaysia.


  17. Episode Paling Gila Perjalanan Hidup IkalReview by Muhammad Taufiq Berikan aku sesuatu yang paling sulit, aku akan belajar, Maryamah KarpovSeolah menjawab pertanyaan sekaligus keluhan dari pembaca novel Maryamah Karpov Mimpi mimpi Lintang , Andrea Hirata kembali menghadirkan novel yang memikat nan menawan hati, Padang Bulan Cinta di Dalam Gelas Membaca dwilogi Padang Bulan ini, serasa membaca sosiologi dan budaya Belitong lengkap dengan karakteristik orang orang di dalamnya Andrea menyuguhkan se [...]


  18. Buku besar peminum kopi, catur dan orang melayu.Itulah tiga hal yang bisa saya simpulkan dari buku kedua dwilogi Padang Bulan Cinta dalam Gelas ini Tiga bahasan yang tentunya sangat menarik bagi mereka yang tidak minum kopi, tak mengerti aturan bermain catur, dan bukan orang melayu, seperti saya misalnya.Cinta dalam Gelas bercerita tentang Maryamah binti Zamzami yang ngotot mempelajari bermain catur hanya untuk mengalahkan Matarom mantan suaminya dalam kejuaraan catur 17 Agustus Matarom sendiri [...]


  19. Resensi Cinta Dalam GelasSatu kata saja Wow saya memang tak terlalu mengerti tentang sastra tapi saya terkagum Cerita cerdas yang dikemas dengan tawa Berbobot dan menghibur Andrea Hirata memang memiliki ruang dalam hati saya Saya suka karya karya Andrea Hirata.Saya curiga, jangan jangan, inilah naskah asli Maryamah Karpov Ceritanya full tentang perjuangan Maryamah untuk memenangi lomba catur 17 Agustusan Di buku Maryamah Karpov, justru tidak banyak diulas Saya jadi benar benar ingin menjadi life [...]


  20. Buku ini merupakan buku kedua atau sambungan dari Padang Bulan Dalam novel ini diceritakan budaya masyarakat di Belitong yang suka nongkrong di warung kopi sambil minum kopi, membual, mengkritik dan main catur, Budaya nongkrong ini mungkin sebagai media rekreasi setelah lelah bekerja seharian sambil sekaligus mencari inspirasi untuk menemukan lading tambang yang baru Dengan setting warung kopi ini, dilanjutkan kisah perjuangan Enong yang sudah berumahtangga namun mengalami penindasan dari suamin [...]


  21. To be honest, waktu memulai baca buku ini, gairah membaca gue sama sekali hilang jadilah buku ini dianggurin sampai 2 tahun Mungkin karena kejenuhan dalam hal membaca yang menyebabkan review ini sedikit tidak adil Tapi karena ini yang gue rasakan, ya udah lah ya, ga usah protes.Jadi buku ke 6 dari serial laskar pelangi ini memfokuskan tentang perjuangan seorang wanita untuk menang catur melawan orang orang jahat terutama mantan suaminya Dalam usahanya, wanita tersebut dibantu oleh beberapa tokoh [...]


  22. aduuuh senangnya, tidak pernah sesenang ini, saat mendapat kan buku yang bersambung dan sambungannya udah ada nempel di punggung buku pertama.Walaupun sejujurnya agak su uzhon sama Andrea, jangan jangan ini sebenernya satu buku kok habisan aku tidak bisa membedakan dimana titik pecahnya dua buku ini.Kisahnya masih tentang tokoh tokoh yang sama dalam padang bulan, hanya dalam berbagai realita yang lebih pelik.Enong sang pahlawan, akhirnya menikah, tapi sayang pernikahannya tidak bahagia, bahkan d [...]


  23. Akhirnya saya mencoba menerapkan teknik baru untuk bisa menikmati buku kedua dari dwilogi Padang Bulango with the flow alias ikut saja ke mana angin bertiup eh ke mana Andrea Hirata hendak membawa kita Satu saat dia bercerita tentang sepeda yang kecepatannya bisa sampai 70 km jam, ikutlah saya terbirit birit Kali lain dia bercerita tentang jatuh cinta pada blender, turutlah saya termehek mehek Begitu pun ketika dia memaparkan beragam strategi catur dan teori kopi, saya membacanya tanpa banyak ca [...]


  24. Setelah menyelesaikan Padang Bulan, kali ini memutuskan untuk menjauh dari hal hal yang bernama logika Ya, Baca Buku Andrea Hirata harus dengan semangatapa adanya pCerita masih tentang Ikal Enong dan tentunya si Tuan Detektif A Ling kali ini digantikan oleh Blender dan Kopi.Untuk urusan kopi inientahlah, mungkin ada waktu lain saya bisa tertarik.Enong berjaya jaya dalam buku ini Pokoknya semua penderitaan dibayar lunas semasa hidup Perempuan berjaya Cinta berjaya Pokoknya demikian.Dibanding Pada [...]


  25. Kisah Maryamah yang berjuang di papan catur sangat mengesankan Saya seolah mendapat semangat baru dari semangat juang Maryamah Andrea membawa kita kepada kesimpulan iaitu tiada yang mustahil di dunia ini jika berazam dan berusaha malah jika punya strategi Bukan sekadar strategi malah jika punya kawan yang luar biasa juga.Lagi sekali, Jose Rizal dan tuannya sentiasa menjadi watak favorite saya Paling tidak, tanpa mereka tiada cinta saya buat buku ini hahaMenulis ini sahaja sudah membuatkan saya t [...]


  26. Baca review nya Andri di sini, jadi mau nambahin dikit ah, masih tentang mozaik Buku Besar Peminum Kopi di bukunya Ikal ini Salah satu bagiannya adalah ini kalo ga salah2 kata, pokoknya beginilah Mereka yang menjual kopi dengan harga lebih dari sepuluh ribu rupiah per gelas utusan pemuja setan Maap ya, Ndri lho


  27. udah lama pengen komentar ini novelbaru di sini yang cocok yainilah jeniusnya andrea hiratacuma nyeritain pertandingan catur sama jadi tukang warkop ajabisa jadi cerita yang sangat sangat menginspirasibagi gue, ya cinta dalam gelas sama sang pemimpi lahkaryanya yang paling top, lebih mateng




  28. Sebenarnya saya nggak merasa yakin apa major achievement di sini Saya juga nggak yakin apakah buku ini ada major plotnya Jujur aja agak kesal soalnya saya bukan orang yang betah baca buku yang goal utamanya sederhana Sampai akhir, sebenarnya pencapaian pencapaian di dwilogi ini itu dramatisasi dari kejadian kejadian sehari hari.Bingung mau kasih rating berapa Mau kasih empat, tapi saya lelah baca buku yang hiburannya di deskripsinya kehidupan sehari harinya Mau kasih tiga, tapi saya ini suka ban [...]


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *