Delapan Mata Air Kecemerlangan

Delapan Mata Air Kecemerlangan is a Kindle kemarin sore kamis di islamic book fair ikut launching dan bedah bukunya dengan Anis Matta seneng lihat orang cerdas gitu teh jadi tambah seman

Delapan Mata Air Kecemerlangan is a Kindle kemarin sore, kamis (5/3), di islamic book fair, ikut launching dan bedah bukunya dengan Anis Matta.. seneng lihat orang cerdas gitu teh.. jadi, tambah semangat tuk baca buku.. :). Ide ide di dalam buku ini secara dinamis mengalami perkembangan yang pesat dalam diri saya, karena ia memang lahir dari pergulatan batind an pemikiran yang panjang ketika saya berusaha mengintegrasikan kembali antara peribadi saya sebagai sebuah entitas yang unik dengan Islam sebagai sebuah ideologi.Tapi kemudian saya menemukan bahwa itu ternyata masalah manusia Muslim modIde ide di dalam buku ini secara dinamis mengalami perkembangan yang pesat dalam diri saya, karena ia memang lahir dari pergulatan batind an pemikiran yang panjang ketika saya berusaha mengintegrasikan kembali antara peribadi saya sebagai sebuah entitas yang unik dengan Islam sebagai sebuah ideologi.Tapi kemudian saya menemukan bahwa itu ternyata masalah manusia Muslim modern yang paling fundamental.. Good Book Delapan Mata Air Kecemerlangan Backsound: Murotal Al Anfaal #hehehe***Siapa yang tidak rindu akan datangnya masa dimana pesona kepribadian muslim itu tidak ada bedanya dengan pesona Islam itu sendiri? Semoga saya bisa menjadi bagiannya. Amiin.***Setiap orang dimudahkan melakukan sesuatu yang untuknya ia diciptakan. - Rasulullah Saw.***Ini kata bukunya. Tulisan yang suka ada di belakang buku itu looh. Apa ya nama kerennya?"Jika kita mau membangun kembali manusia Muslim yang cemerlang yang menjadi salah satu pusat pesona Islam, maka kita harus mempertemukan kembali manusia-manusia Muslim itu dengan mata air kecermelangan mereka.Ada delapan mata air kecermelangan manusia Muslim:1. Konsep diri yang jelas dan kuat.2. Struktur pengetahuan dan pemikiran yang solid.3. Tekad bulat yang kuat.4. Aset fundamental (kesehatan dan waktu) yang terkelola secara baik dan efisien.5. Karakter dasar yang kuat dan tangguh.6. Integrasi sosial.7. Kontribusi nyata.8. Konsisten yang membuatnya bertahan di puncak."***Kalau yang sebelum ini pernah baca "Model Manusia Muslim" pasti ga asing sama bahasan di buku ini. Mirip. Bedanya, di buku ini setiap "mata air" dibahas dengan lebih aplikatif. Jadi, menurut saya, ini bukan tipe buku yang bisa dibaca selewat, tapi harus langsung dipraktekkan. Yah, daripada ujungnya jadi ga baca sama sekali, baca aja sekarang deh, kalau udah dibaca tapi belum dipraktekkan, tinggal baca ulang aja. hehe (curcol)Saya suka bahasan tentang QS Al Ashrnya! Di "Model Manusia Muslim" juga ada sebenernya. Terus, ngebahasnya step by step banget. Dimulai dari lintasan pikiran sampai konsistensi dalam beramal. Semoga bisa diaplikasikan dengan baik. Amiin.

  1. Muhammad Anis Matta adalah salah satu politikus Indonesia dari Partai Keadilan Sejahtera Ia meraih gelar S1 di bidang Syariah Islam dari LIPIA pada tahun 1992 Pada tahun 2001, ia mengikuti pendidikan dari Lemhannas Aktif sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Keadilan Sejahtera selama empat periode berturut turut dari 1998 2013 dan juga Ketua Majelis Hikmah PP Muhammadiyah Sejak 1 Februari 2013 hingga saat ini menjabat sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera.

689 Reply to “Delapan Mata Air Kecemerlangan”

  1. kemarin sore, kamis 5 3 , di islamic book fair, ikut launching dan bedah bukunya dengan Anis Matta seneng lihat orang cerdas gitu teh jadi, tambah semangat tuk baca buku


  2. Backsound Murotal Al Anfaal hehehe Siapa yang tidak rindu akan datangnya masa dimana pesona kepribadian muslim itu tidak ada bedanya dengan pesona Islam itu sendiri Semoga saya bisa menjadi bagiannya Amiin Setiap orang dimudahkan melakukan sesuatu yang untuknya ia diciptakan Rasulullah Saw Ini kata bukunya Tulisan yang suka ada di belakang buku itu looh Apa ya nama kerennya Jika kita mau membangun kembali manusia Muslim yang cemerlang yang menjadi salah satu pusat pesona Islam, maka kita harus m [...]








Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *