Larutan Senja

Larutan Senja Dalam alam imajinasi Ratih Kumala bumi ini terdiri dari berbagai larutan yang ditemukan oleh sekelompok penemu di langit sana Salah seorang penemu menciptakan larutan gerak agar manusia bisa bergerak

Dalam alam imajinasi Ratih Kumala, bumi ini terdiri dari berbagai larutan yang ditemukan oleh sekelompok penemu di langit sana Salah seorang penemu menciptakan larutan gerak agar manusia bisa bergerak, angin bertiup dan laut bergelombang Penemu ini juga menemukan larutan yang rasanya tidak manis seperti siang, tidak pahit seperti malam, memiliki warna elegan Larutan iniDalam alam imajinasi Ratih Kumala, bumi ini terdiri dari berbagai larutan yang ditemukan oleh sekelompok penemu di langit sana Salah seorang penemu menciptakan larutan gerak agar manusia bisa bergerak, angin bertiup dan laut bergelombang Penemu ini juga menemukan larutan yang rasanya tidak manis seperti siang, tidak pahit seperti malam, memiliki warna elegan Larutan ini ia beri nama Larutan Senja Tuhan yang mengetahui penemuan ini ingin mengambil larutan itu dan meneteskannya ke bumi agar semakin indah Si Penemu tidak mau memberikannya karena menganggap Tuhan tidak adil Selama ini Tuhan selalu menerima pujian atas penemuan penemuannya Tuhan bahkan tidak menyebut bahwa penemuan itu adalah hasil kerja kerasnya Maka Tuhan pun mencuri larutan senja dan meneteskan ke bumi Si penemu merasa kecolongan dan membuat sebuah larutan untuk membalas kecurangan Tuhan larutan yang menakutkan bagi umat manusia.Beberapa cerpen lain dalam Larutan Senja menyingkap dunia perdukunan, alam memedhi, dan kehidupan setelah mati.Tema tema yang unik dan jarang dikuasai oleh penulis kontemporer dewasa ini.

  • [PDF] Download ã Larutan Senja : by Ratih Kumala
    351 Ratih Kumala

  1. Penulis lahir di Jakarta 4 Juni 1980 Mengenyam perkulihan di Sastra Inggris, Universitas Sebelas Maret, Surakarta Ia aktif di komunitas rumah baca bumimanusia, Solo dan AKY Akademi Kebudayaan Yogyakarta.Saat ini ia tinggal di Jakarta bersama suaminya, penulis Eka Kurniawan.

296 Reply to “Larutan Senja”

  1. di pertengahan 2010 ketika pertama kali menggandrungi buku buku sastra, nama ratih kumala menjadi akrab di telinga saya selain karena parasnya yang rupawan dan menjadi istri eka kurniawan, juga karena tabula rasa yan memenangi dkj 2003 dan kumpulan cerpen ini yang kala itu bersampul lama dan baru di 2017 lah saya membaca kumpulan cerpen ini jujur, saya kurang menyukai beberapa cerpen misal di cerpen scizhofrenia dan sang paradji mudah sekali ketebak endingnya jadi saya agak agak malas gitu menun [...]


  2. Cerpen cerpen ini bersifat biasa di awal, dan mulai menampakkan ketidakbiasaannya di akhirNG PARADJITidak begitu favorit saya Cerpen ini begitu mudah ditebak endingnyaHIZOPHRENIAYang ini cukup membikin terkejut, karena biar bagaimana pun, penulis memposisikan dirinya sebagai orang gila.PURNAMA DI BORNEOCerita tentang bidadari peri di daerah Kalimantan Cinta yang tidak bisa disatukan karena suatu perbedaan peri dan manusia Favorit sayaRUTAN SENJATokoh aku yang menyamakan derajatnya dengan tuhan D [...]



  3. mistik dalam detailDua tiga cerita pendek dalam buku ini bisa dibilang cukup seram.Sisa nya, bisa dibilang juga seram Tapi bukan karena mistik nyamelainkan karena kita dibuat bergidik oleh kelakuan manusia sendiriSANG PARADJIBagaimana prasangka bisa menjadi buta kala rasa kehilangan mendera.Kesedihan dijadikan alasan untuk mengejar ambisi gila.Dan saat perkara nya telah jelas, sudah terlambat untuk menarik semuanya.Nastiti pun dimakan habis oleh titisan Sang ParadjiSCHIZOPHRENIAHmmm, don t we al [...]


  4. Sebelum baca Gadis Kretek nantinya, saya awali membaca karya Ratih Kumala dengan Larutan Senja terlebih dahulu.Kumpulan cerpen ini menarik Penulis menuangkan imajinasi dengan cara apik Walaupun kadang menurut saya terdapat bagian bagian narasi yang datar Meski begitu, terlihat misi penulis untuk menyampaikan pesan moral dengan mengangkat tema tema sosial terpenuhi, meski melalui fiksi Saat proses pembacaan, beberapa cerita mengingatkan saya akan cerpen cerpen pada kumcer lain Seperti Minum Teh B [...]


  5. Ada 14 cerpen di dalam Kumcer ini yang semuanya berbau kematian dan mistik Ada kematian mengerikan, ada kematian menyeramkan Yang membuat saya suka adalah endingnya yang tidak terduga.Sebenarnya mau kasih bintang 5 Tapi layout kumcer edisi cetak ulang ini membuat saya mengurangi 1 rating Setiap halamannya berwarna, dengan gradasi dari putih ke jingga, seperti langit senja Entahlah kalau versi cetaknya, tapi versi digitalnya membuat mata saya harus bekerja ekstra menyesuaikan untuk membaca setiap [...]



  6. 14 cerpen dr RK Ada bbgai hal yg diulik di sini, dr mslh sosial, sedikit horor dan paranormal, hingga yg religius dan surealis Pendek2, cocok untuk pengisi waktu menunggu.Bbrp cerita yg berkesan untukku Sang PangradjiKisah pembuka yg berbau cersil dan magis Agak aneh untuk menempatkan cerpen ini di bagian plg awal buku, tp mungkin mmg itu tujuannya SchizophreniaSudut pandang penulisannya benar benar gila Sungguh Larutan SenjaCerpen yg diambil judulnya sebagai judul buku antologinya Suka aja Jara [...]


  7. Kumpulan Cerpen milik Ratih Kumala yang pertama kali saya baca Cerita cerita di dalamnya ragam genre Cocok untuk bacaan santai di sore hari atau sembari menunggu Terdapat 14 cerita dalam buku ini Semuanya ditulis dengan gaya bahasa yang lumayan nyastra Salah satu cerita yang paling berkesan adalah cerita pertaman berjudul Sang Paradji.Sang Paradji menceritakan tentang seorang paradji Paradji di sini biasa kita tahu sebagai dukun kampung Nah, paradji ini dituduh mengguna guna seorang penduduk des [...]


  8. Kisah kisah yang dituturkan dalam buku ini lebih banyak bercerita tentang kehidupan sebelum mati dan sesaat menuju mati Ada juga kisah yang dituturkan pasca kematian Beberapa cerita mengundang gidik ngeri dan juga bulu kuduk yang berdiri Imajinasi pembaca sukses dibuat melayang dan jatuh ketakutan Saya pun agak bergidik ketika membaca kisah tentang seorang perempuan Bali yang meninggal setahun lalu dan ternyata arwahnya berbicara dengan penumpang bis Ternyata dia akan dingabenkan dan sudah bisa [...]


  9. Cerpen yang saya suka Sang Paradji Tahi Lalat di Punggung Istriku Gin Gin dari Singaraja Pada Sebuah Gang Buntu Obral Peti Mati Buroq


  10. my favorite author imajinasinya luar biasa, salah satu cerpen dalam buku ini saya jadikan bahan analisis dalam kuliah religiositas dalam sastra


  11. Hampir lupa jika sudah menuntaskan buku ini di penghujung tahun 2017.Sekali lagi, terima kasih atas buku ini yang dikirim oleh mbak Nana Koesoma Btw, tahu alamatku dari mana mbak he he.Buku ini hadir tanpa di duga, tiba tiba nongol di rumah Sebelumnya yangb familiar dari tulisan Ratih Kumala itu ya Tabula rasa, dan nggak berharap apapun baca buku ini, liat pun enggak.Buku ini bagus Banget Bahasanya nampol Kata2nya juara Premisnya oke Dialognya hidup, tokohnya apalagi, sudut pandang pas, pesannya [...]


  12. Buku ini dapat gratis sewaktu saya bertanya pada mba Ratih Kumala saat menjadi pembicara di Solo Membaca, makasih mba .Kumpulan cerpen yang menarik dan mistik walau beberapa cerita endingnya mudah tertebak Cerita favorit Tahi Lalat di Punggung Istriku , Buroq , dan Wanita Berwajah Penyok.



  13. Seperti halnya senja, cerita didalam nya bernuansa memerah dan beranjak gelap tanpa disadari Kdg diawali dgn ungkapan kecewa, amarah, sedih hingga monolog dgn nir benda.


  14. Ciri khas dari buku ini terletak pada pemotretan suasana sertalatar yang sempurna Tidak membosankan dan tetap pas Jugapada kejutan kejutan kecil yang senantiasa dihadirkan padatiap ending cerita Selain dari pemilihan kata yang segar danmenenggelamkan, secara pribadi saya sangat menyukai aluryang dibuat sealami mungkin Membuay saya ikut hanyutdalam riak riak yang Mba Ratih ciptakan.Sedikit melenceng dari cerita, buku ini menampilka ilustrasuyang tidak biasa Sedikit bentuk abstrak yang membuat say [...]



  15. Books 73 2017 3,6 dari 5 bintang Terakhir saya membaca karya Ratih kumala itu novelnya yang berjudul Gadis Kretek dan jujur novel itu memikat saya Saya sangat amat menyukai buku berbau sejarah sehingga mudah saya memberikan 4 bintang untuk buku itu Beragam sekali cerpen cerpen yang ditampilkan didalam buku ini Tidak bisa dipungkiri bahwa unsur unsur cerita kemerdekaan dan pemisahan batas jerman barat dan timur membuat emosi saya sangat bergejolak Bukan hanya itu saja cerita mengenai Gin gin yang [...]


  16. Udah lama punya, tapi baru dibaca.14 cerpen, temanya warna warni Ada warna yang saya suka, ada pula yang tak suka.Cerpen pertama, Sang Paradji, mengecoh saya karena mengira apakah semuanya akan begini Saya tak suka paragraf pertamanya Bikin bingung.Schizophrenia, biasa saja Banyak yang bisa nulis tema ini Orang gila yang gak sadar gila.Purnama di Borneo, lumayan Tapi, tak berkesan.Larutan senja, yang juga jadi judul antologi Pas baca kata tuhan , langsung eh Gak suka sama cerita ini Maksudnya ma [...]


  17. Sampul depan yang menarik, isinya juga sangat menarik cerpen dan ilustrasinya 14 cerpen Ratih Kumala tak mengecewakan kosakata yang apik, ide dan alur cerita tak terduga, judul cerita yang unik Duh, serba menarik Kira kira ceritanya ini masuk magical realism nggak ya Anyway, cerita favoritku adalah Buroq Menceritakan bahwa memimpikan Muhammad sangat bisa merubah hidup seorang Bukan hanya ahli agama atau orang suci yang bisa memimpikan Sang Nabi, bahkan seorang anak kecil dan pria bertato nyentri [...]


  18. Generally I like it Rata rata cerpen yg ditulis Kumala selalu diakhiri dengan deep cut I enjoyed reading it I even loved two stories in the book Purnama di Borneo dan satu cerpen ttg kehidupan masyarakat Jerman semasa tembok Berlin masih berdiri Tapi sama seperti cerpen pertama, Paraji kalau tidak salah, membuat saya merasa kosong Seakan kesan mendalam dari cerita yang dibangun oleh Kumala terkikis oleh eksekusi terakhirnya.Tapi setelah membaca beberapa buku cerpen dan kebanyakan berakhir dengan [...]


  19. Aku baru tahu mba Ratih ini istrinya Eka Kurniawan Uh kalah cepet deh HahaSoalnya tulisannya ini sumpah bagus parah Terkonsep dan hampir semuanya punya ending yang gak dipaksakan Semacam ada sesuatu yang memang ingin disampaikan bukan cuma karena ingin nulis biar pembaca ada bacaan heheBegitu baca dari awal saya jadi inget sama cerpen2 Seno Gumira, bukan idenya mirip, cuma keutuhan cerpennya mengingatkan.Larutan senja itu cerita yang gokil, Buroq juga bagus parah, Obral Peti Mati tipikal cerpen [...]


  20. Buku pertama Ratih Kumala yang saya baca Diluar ekspektasi saya, ternyata buku ini sangat bagus kendati aura mistik dalam cerita ceritanya cukup kental Gaya bahasa nya juga cukup indah Ratih berhasil menggiring pembaca ke imajinasi imajinasi yang menyelami bilik bilik suram manusia, bahkan ada beberapa cerita yang membuat saya bergidik membacanya Tapi overall, pesan yang disampaikan sangat kuat walau dengan gaya bercerita yang berbeda dari pengarang indonesia pada umumnya.


  21. Memiliki buku ini, ceritanya panjang Nyari sana kemari Toko buku di kota A dan B juga tiada Teman teman juga jarang yang punya buku sastra, apalagi buku Ratih Kumala Tapi, akhirnya ketemu setelah Bang Ai El Afif menawarkan buku ini Aku senang Ratih Kumala, dari cara dia bertutur


  22. hampir semua ceritanya mengalir halus, dengan bahasa yang mudah dimengerti cuma sayangnya, endingnya jadi mudah tertebak ke arah mana.


  23. Ratih Kumala berhasil bercerita dengan indah di kumpulan cerpennya Tentu yang paling berkesan adalah cerpen Larutan Senja sendiri Imajinasinya membuat pembaca merasa ikut ke dalam dunianya.




  24. Favorit saya wanita berwajah penyok sama purnama di borneo Entah kenapa cerita lainnya rasanya kurang melekat Apa ratih kumala sengaja menjaga jarak atas cerita ceritanya


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *