Hidup Tanpa Ijazah: Yang Terekam Dalam Kenangan

Hidup Tanpa Ijazah Yang Terekam Dalam Kenangan Buku ini merupakan otobiografi Ajib Rosidi Yang mengesankan dalam buku Ajip Rosidi ini justru tidak ada nostalgia tidak ada keangkuhan tidak pula ada ambisi ceritanya polos dan bersahaja seakan a

Buku ini merupakan otobiografi Ajib Rosidi Yang mengesankan dalam buku Ajip Rosidi ini, justru tidak ada nostalgia, tidak ada keangkuhan, tidak pula ada ambisi, ceritanya polos dan bersahaja, seakan akan laporan hasil penelitian, atau biografi orang lain , menurut Henri Chambert Loir.Dalam buku ini Ajip tidak berusaha membangkitkan rasa sayang dan simpati para pembaca aBuku ini merupakan otobiografi Ajib Rosidi Yang mengesankan dalam buku Ajip Rosidi ini, justru tidak ada nostalgia, tidak ada keangkuhan, tidak pula ada ambisi, ceritanya polos dan bersahaja, seakan akan laporan hasil penelitian, atau biografi orang lain , menurut Henri Chambert Loir.Dalam buku ini Ajip tidak berusaha membangkitkan rasa sayang dan simpati para pembaca ataupun rasa rindu pada dirinya sendiri Dia rupanya tidak kagum pada anak ajaib dari masa kanak kanaknya.

  • Free Read Hidup Tanpa Ijazah: Yang Terekam Dalam Kenangan - by Ajip Rosidi
    452 Ajip Rosidi
Hidup Tanpa Ijazah: Yang Terekam Dalam Kenangan

  1. Ajip Rosidi dibaca Ayip Rosidi mula mula menulis karya kreatif dalam bahasa Indonesia, kemudian telaah dan komentar tentang sastera, bahasa dan budaya, baik berupa artikel, buku atau makalah dalam berbagai pertemuan di tingkat regional, nasional, maupun internasional Ia banyak melacak jejak dan tonggak alur sejarah sastera Indonesia dan Sunda, menyampaikan pandangan tentang masalah sosial politik, baik berupa artikel dalam majalah, berupa ceramah atau makalah Dia juga menulis biografi seniman dan tokoh politik Pendidikan formalnya SD di Jatiwangi 1950 , SMP di Jakarta 1953 dan Tainan Madya di Jakarta tidak tamat, 1956 , selanjutnya otodidak.Ia mulai mengumumkan karya sastera tahun 1952, dimuat dalam majalah majalah terkemuka pada waktu itu seperti Mimbar Indonesia, Gelanggang Siasat, Indonesia, Zenith, Kisah dll Menurut penelitian Dr Ulrich Kratz 1988 , sampai dengan tahun 1983, Ajip adalah pengarang sajak dan cerita pendek yang paling produktif 326 judul karya dimuat dalam 22 majalah.Bukunya yang pertama, Tahun tahun Kematian terbit ketika usianya 17 tahun 1955 , diikuti oleh kumpulan sajak, kumpulan cerita pendek, roman, drama, kumpulan esai dan kritik, hasil penelitian, dll baik dalam bahasa Indonesia maupun Sunda, yang jumlahnya kl seratus judul.Karyanya banyak yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, dimuat dalam bungarampai atau terbit sebagai buku, a.l dalam bahasa Belanda, Cina, Inggris, Jepang, Perands, Kroatia, Rusia, dll Bukunya yang dalam bahasa Sunda, a.l Kanjutkundang bungarampai sastera setelah perang disusun bersama Rusman Sutiasumarga, 1963 , Beber Layar 1964 , Jante Arkidam 1967 , DurPanjak 1967 , Ngalanglang Kusastran Sunda 1983 , Dengkleung De ngde k 1985 , Polemik Undak usuk Basa Sunda 1987 , Haji Hasan Mustapajeung Karya karyana 1988 , Hurip Waras 1988 , Pancakaki 1996 , Cupumanik Astagina 1997 , Eundeuk eundeukan 1998 , Trang trang Kolentrang 1999 , dll.Ia juga mengumpulkan dan menyunting tulisan tersebar Sjafruddin Prawiranegara 3 jilid dan Asrul Sani Surat surat Kepercayaan, 1997 Ketika masih duduk di SMP men jadi redaktur majalah Suluh Pelajar Suluh Peladjar 1953 1955 yang tersebar ke seluruh Indonesia Kemudian men jadi pemimpin redaksi bulanan Prosa 1955 , Mingguan kemudian Majalah Sunda 1965 1967 , bulanan Budaya Jaya Budaja Djaja, 1968 1979 Mendirikan dan memimpin Proyek Penelitian Pantun dan Folklor Sunda PPP FS yang banyak merekam Carita Pantun dan mempublikasikannya 1970 1973.Sejak 1981 diangkat menjadi gurubesar tamu di Osaka Gaikokugo Daigaku Universitas Bahasa Asing Osaka , sambil mengajar di Kyoto Sangyo Daigaku 1982 1996 dan Tenri Daignku 1982 1994 , tetapi terus aktif memperhatikan kehi dupan sastera budaya dan sosial politik di tanahair dan terus menulis Tahun 1989 secara pribadi memberikan hadiah sastera tahunan Rancage yang kemudian dilanjutkan oleh Yayasan Kebudayaan Rancage yang didirikannya.

233 Reply to “Hidup Tanpa Ijazah: Yang Terekam Dalam Kenangan”


  1. Tentang Manusia dan Peristiwa dalam Hidup AjipAjip Rosidi 70 tahun Ada tiga buku tebal yang terbit menyambutnya Jejak Langkah Urang Sunda 70 Tahun Ajip Rosidi 480 hlm bungarampai yang mewadahi pandangan orang terhadap Ajip, terbitan Kiblat Buku Utama, Bandung Yang Datang Telanjang Surat Surat Ajip Rosidi dari Jepang 1980 2002 804 hlm kumpulan surat, terbitan Kepustakaan Populer Gramedia, Jakarta dan Hidup Tanpa Ijazah Yang Terekam dalam Kenangan 1.364 hlm otobiografi, terbitan Dunia Pustaka Jaya [...]


  2. Bagus yang lebih menarik lagi buku setebal bantal 1300an hal ini dipatok harga sangat murah rupanya pak Ajip punya trik khusus tentang ini dia menerbitkan dua edisi edisi khusus hardcover dijual pada pihak orang2 tertentu yang kemudian dicantumkan namanya sebagai sponsor buku, dan edisi biasa softcover yg dijual tak sampai Rp 100rb.Buku ini komplit menceritakan perjalanan hidup pak Ajip, termasuk latar belakang keluarganya, dengan gaya yang sangat personal tapi kaya data Lebih menarik lagi saat [...]




  3. Wah buku yang tebel bgt 1200 halaman lebih.mpai sekarang baca belum habis2 baru sepertiganyatapi memang keren buku.nyak pengetahuan baru dan memberi inspirasi baru.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *