Renungan Kloset: Dari Cengkeh Sampai Utrecht: Kumpulan Puisi

Renungan Kloset Dari Cengkeh Sampai Utrecht Kumpulan Puisi Seperti kebahagiaan yang bisa datang ketika tidak diharapkan demikianlah puisi bertebaran di mana mana bagi mata hati yang memang terbuka untuk menangkapnya seperti buku puisi ini telah membuktikanny

Seperti kebahagiaan yang bisa datang ketika tidak diharapkan, demikianlah puisi bertebaran di mana mana bagi mata hati yang memang terbuka untuk menangkapnya seperti buku puisi ini telah membuktikannya kepada saya, ketika kloset seperti sering kita lupakan, meski selalu mengalaminya dijelmakannya sebagai ruang kehidupan budaya Seno Gumira Ajidarma, dalam Kata Penga Seperti kebahagiaan yang bisa datang ketika tidak diharapkan, demikianlah puisi bertebaran di mana mana bagi mata hati yang memang terbuka untuk menangkapnya seperti buku puisi ini telah membuktikannya kepada saya, ketika kloset seperti sering kita lupakan, meski selalu mengalaminya dijelmakannya sebagai ruang kehidupan budaya Seno Gumira Ajidarma, dalam Kata Pengantar Hanya puluhan menit untuk dibaca cepat, beberapa jam menghayati tulisannya, tetapi terus hidup bagaikan sebuah sumbu yang menyinari kesadaran dan keberpihakan kita Puisi Rieke merupakan potret kepedihan, ketegaran, kepongahan dalam cinta, angan angan dan keniscayaan politik semua dalam paket yang nikmat untuk orang biasa, walaupun penuh ketajaman yang tidak biasa Wimar Witoelar, mantan juru bicara mantan Presiden Abdurrahman Wahid

  • ☆ Renungan Kloset: Dari Cengkeh Sampai Utrecht: Kumpulan Puisi ☆ Rieke Diah Pitaloka
    309 Rieke Diah Pitaloka
Renungan Kloset: Dari Cengkeh Sampai Utrecht: Kumpulan Puisi

  1. Rieke Diah Pitaloka Intan Permatasari lahir di Garut, Jawa Barat, 8 Januari 1974 adalah seorang penulis buku, pembawa acara, pemain sinetron Indonesia, dan aktivis politik.Setelah menyelesaikan pendidikan S 1 di Fakultas Sastra Belanda Universitas Indonesia dan S 1 Filsafat STF Driyakara, Jakarta , Rieke pun meneruskan pendidikannya Meski sibuk dengan segala kegiatan keartisan , Rieke berhasil menyelesaikan pendidikan S 2nya di jurusan Filsafat Universitas Indonesia UI Bahkan tesisnya yang berjudul Banalitas Kejahatan Aku yang tak Mengenal Diriku, Telaah Hannah Arendt Perihal Kekerasan Negara dijadikan buku dengan judul Kekerasan Negara Menular ke Masyarakat diterbitkan oleh Galang Press.Rieke Dyah Pitaloka juga mendirikan sebuah yayasan yang diberi nama Yayasan Pitaloka yang bergerak di bidang sastra dan sosial kemasyarakatan.

468 Reply to “Renungan Kloset: Dari Cengkeh Sampai Utrecht: Kumpulan Puisi”

  1. Hmm apa yang harus kukatakan Sejujurnya, aku kurang suka dengan puisi puisi yang ada di buku ini Puisi puisi Rieke di sini banyak menggambarkan jiwa pemberontakan, ditulis dengan lugas, liar, berapi api, kadang juga sinis Tema puisi yang diangkat banyak menggambarkan potret sosial dan politik negeri ini, feminisme, ada pula tentang cinta, dan perenungan kehidupan Begitu membaca puisi puisi Rieke di awal awal halaman, saya cukup tersentak, Rieke saya bayangkan seolah sedang menggoreskan kemarahan [...]


  2. mengisi waktu nunggu kerjaan, numpang baca bukunya Harun yang mau dipajang di IRF 2012 ada satu puisi yang gue suka dari buku ini Hujan 2Ada apa Upik Jangan kau simpan gundahmu sendiriMari sini, kita bermain di luar Tak usah takut hujankita bermain bersamanyaRasakan, rasakan,rasa sejuk bulirbulir air langit mengelus tubuhmuSeperti ia janjikanbunga dan buah pada pepohonankesegaran dan ketentraman pada tanah retakAyo, UpikJangan kau enggan melangkahMari sini, kita bermain di luarTak usah takut huj [...]


  3. aku kira tadi e novel ternyata kumpulan puisi e mbak Rere ternyata bagus juga gara2 kui, mantan ku mulai ngamuk lagi hahahaha thanks buat onspirasi bukunya aplagi yang judulnya setangkai cinta dan note sipp


  4. Dulu baca buku ini karena pinjam dari perpustakaan sekolah Karena tertarik sama covernya hehe.Suka sama cara RDP mempuisikan pikirannya.Buku ini sekarang bisa dibeli dimana ya Perasaan ga pernah liat di toko buku


  5. Saya sudah memprediksi tema tema yang ada dalam buku puisi ini saat menemukannya di rak sastra di perpustakaan kampus Nama Rieke Dyah Pitaloka lah yang membuat saya bisa menebak tema tema itu Dan memang benar Seperti seorang Rieke yang nampak di televisi dan media cetak seorang feminis, seorang aktivis HAM, seorang aktris, seorang politikus yang saya ketahui.Puisi puisi dalam buku ini adalah teriakan teriakan Rieke dengan suara yang tak keluar dari mulutnya, namun keluar dari hati dan kepalanya [...]


  6. Judul Renungan Kloset Dari Cengkeh Sampai Ultrecht Kumpulan PuisiPenulis Rieke Diah PitalokaPenerbit Gramedia Pustaka UtamaHalaman 106 halamanTerbitan April 2003Buku kumpulan puisi karya Rieke Diah Pitaloka, atau yang juga kita kenal sebagai Oneng di serial Bajaj Bajuri.Bahasa yang digunakan cukup direct Temanya kebanyakan tentang hal hal sosial, feminisme, dan ada bau bau pemberontakan dalam karya karyanya Lumayan sih, cuma berhubung saya abis baca Hujan Bulan Juni yang bahasa dan mood puisinya [...]


  7. Nggak bener bener tidak suka sih Buku ini lumayan kok Cuma aja terlalu biasa dan ga meninggalkan kesan setelah menutup halaman terakhir Buku ini masih jauh lebih baik daripada beberapa tulisan selebriti penulis lainnya yg pernah kubaca, dan karenanya Renungan Kloset berhasil kubaca sampai habis That s better, daripada sekilas baca lalu kuputuskan untuk tak pernah menyentuhnya lagi ini yg terjadi saat aku mengintip buku Supernova karya Dee di toko buku dan aku bersyukur tidak membuang waktuku unt [...]


  8. Dah lama banged sebenernya baca bukunyajadi agak2 lupa gitu minjem pulajadi ga bisa baca ulang hebatnya gw inget banged dengan sepenggal puisinya apakah adam diciptakan untuk menyakiti hawa gitu bukan sehhehehetapi begitulah maksudna.n lah puisi2nya rieke jadi inget onengLHO


  9. Jujur, pertama minjem buku ini cuma karena covernya lucu, kloset gitu Isi puisinya bagus untuk saya yang belum tau banyak tentang dunia perpuisian Karena banyak juga yang saya gak ngerti maksud dari puisinya itu apa Hm.


  10. Everybody can make poemsBut not every poem will be liked by everybodyI just like some poems of Rieke.me so nice and some so complicated





  11. She used the direct language, but i like it how she complained against the government Yes, it seems mostly of self rebellion And you know, i like to rebel too





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *